Wihara perjuangan berhubungan dengan ikon Biksu Pelopor Kebangkitan Agama Buddha di Indonesia ( Biksu Putra Indonesia pertama pasca keruntuhan Majapahit) Ashin Jinarakkhita atau juga Cipendawa Valley Sayadaw/Petapa dari Lembah Cipendawa dan murid2nya dalam menebar benih Dharma di Nusantara.

Rencananya akan didata dan didokumentasikan. Berikut beberapa yang sudah saya list, bantuan akan informasi dan foto atau juga informasi wihara yang belum ada di dalam daftar sangat saya butuhkan. Tak ada salahnya kita belajar dari bilu pilu dan semangat para pelopor yang tentu tak mudah. Sekali lagi mohon bantuanya, terima kasih.

1. W.Vaipulya Sasana, Jakarta

Anagarika The Boan An ditabhis menjadi samanera  di sini.

2.Mahasi Center, Myanmar

Samanera belajar meditasi di sini , ditabhis menjadi biku di sini langsung oleh Mahasi Sayadaw.

2. W.Watugong, Semarang

Setiba di Indonesia, Ashin Jinarakkhita merintis center dan mulai mengajar Vipassana di Watugong, Semarang. Banyak tokoh penting dalam perkembangan agama buddha di Indonesia belajar vipassana dengan beliau di sini. Seperti pemuda Ketut Tangkas, yang kemudian dikenal sebagai B. Jinapiya (B.Thitaketukko),Bhante Girirakkhito, Bpk. Oka Diputhera, dll..

Berikut kutipan dari buku Menabur Benih Dharma di Nusantara karya Edij Juangari tentang awal mula berdirinya Wihara Buddha Gaya, Semarang:

Setelah berkeliling ke pelosok-pelosok selama beberapa bulan, Bhikkhu Ashin kembali ke kota. Dalam tempo itu, banyak sekali desa dan kampung yang dikunjungi. Pergerakannya yang tak kenal lelah dengan setia diikuti murid-muridnya yang kebanyakan mahasiswa. Jika penduduk tidak mengerti Bahasa Indonesia, mereka yang menerjemahkannya. Hari ini desa ini, besok pagi-pagi mereka sudah berangkat ke desa yang lain. Tidur di rumah penduduk, makan nasi jagung bersama penduduk. Pagi-pagi mereka berangkat bersama-sama penduduk. Penduduk ke sawah, mereka ke desa yang lain lagi. Karena belum ada kendaraan yang masuk ke sana, mereka jalan kaki. Panas kepanasan, hujan kebecekan. Berkat hati yang bersih dan bergembira, tidak satu pun anggota rombongan Bhikkhu Ashin yang jatuh sakit.

Kebetulan waktu itu, di kota Semarang, di daerah Ungaran, di Watugong persisnya, ada seorang umat yang telah diinisiasi oleh Bhikkhu Ashin menawarkan sebidang tanah. Oleh Bhikkhu Ashin di atas tanah ini kemudian dibangun sebuah bangunan sederhana tempat latihan meditasi. Umat itu adalah Goei Thwan Ling. Tempat ini kemudian diberi nama (Wihara) Buddha Gaya. Dengan adanya tempat latihan meditasi ini, Bhikkhu Ashin kalau ke Semarang bisa menginap di sana. Umat banyak yang datang berkunjung kalau Bhikkhu Ashin berada di Vihara Buddha Gaya. Banyak yang datang untuk medengarkan ceramah. Lebih banyak lagi yang datang karena tengah menghadapi masalah hidup.

…………….

Pada tanggal 2 sampai 11 Desember 1955 di Buddha Gaya, Watugong telah diadakan retret Vipassana untuk pertama kalinya dibawah bimbingan Bhikkhu Ashin. Yang mendaftarkan tercatat 31 orang, yang datang mengikuti latihan 26 orang. Enam orang perempuan, dan dua puluh orang lelaki.

….

Buddha Gaya akhirnya sering dikunjugi orang. Apalagi hari Minggu, banyak mahasiswa-mahasiswa dari luar Watugong yang datang berkunjung. Mereka semua datang berkunjung untuk bertemu dan belajar dari Bhikkhu Ashin.

….

Dulu waktu Wihara Buddha Gaya baru selesai dibangun, Biku Ashin memasak sendiri, sapu lantai sendiri, membersihkan lantai sendiri.

4.W.Vimaladharma, Bandung

Menjelang Waisak di Bandung telah dibangun satu tempat sederhana sebagai sebuah wihara.

Pada tanggal 12 April 1959 telah dipindahkan dari Jl.Cibadak 68 ke Jl.Dago No.3, patung Buddha pemberian dari  Burma Buddha Sasana Council. Dan dengan demikian telah diresmikan vihara sementara untuk kota Bandung oleh Bhikkhu Ashin , yang diberinama Wihara Vimaladharma. Nama itu dipilih untuk menghormati seorang bhikkhu dari Thailand yang turut menyaksikan penabhisan  di Burma empat tahun silam, yaitu YA.Chaokun Bimoldam (Bimoldam=Vimaladharma).

4.W.Nagasena, Pacet

Sebelum W.Sakyawanaram berdiri, Ashin Jinarakkhita sering bolak-balik antara Wihara Vimaladharma Bandung dan Wihara Nagasena. Beliau juga menjadikan tempat ini untuk latihan Vipassana. Bapak Hudoyo Hupudio yang sekarang mengembangkan meditasi MMD tahun 1968 pertamakali menjalani retret meditasi vipassana selama dua minggu di tempat ini.

5.W.Sakyawanaram, Pacet

6.W.Aryamularama, Gadog

7.W.Dharmayuga, Jakarta

8.W.Buddha Prabha, Yogyakarta

9.W. Borobudur, Medan

10. W.Sakyakirti, Jambi

11.w.Dharmakirti, Palembang

Tambahan Pritta M-GMCBP:
1. Vihara Dharma Loka di Pekanbaru
2. Vihara Buddha Warman di Padang
3. Vihara Buddha Sasana di Bukittinggi

12. W.Ekayana, Jakarta

13. Prasadha Ashin Jinarakkhita, Jakarta..ini bukan wihara, tapi merupakan monumen penting untuk Ashin Jinarakkhita

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s